June 14, 2005

Pepatah Jawa

Filed under: General

Dewaruci

*Ngelmu iku kalakone kanthi laku: Bila ingin pandai harus belajar. Ini berarti bahwa bila seseorang ingin pandai maka dia harus belajar keras. Hal ini dapat disamakan dengan ungkapan jer basuki mawa beya (keberhasilan seseorang diperoleh dengan pengorbanan).

* Nuladha laku utama: Mencontoh perbuatan yang baik. Ini berarti semua manusia hendaknya mencontoh pada perbuatan yang baik.

* Ngono ya ngono, ning aja ngono: Begitu ya begitu,tetapi janganlah kebangetan. Ungkapan ini untuk mengendalikan diri, jangan berbuat melebihi wewenang dan jika berbicara jangan membuat orang lain tersinggung.

* Aja nguggu karepe dhewe: Jangan berbuat sekehendak sendiri.

* Aja nuhoni benere dhewe: Jangan merasa benar sendiri.

* Aja mburu menange dhewe: Jangan maunya menang sendiri.

* Mikul dhuwur mendhem jero: Memikul tinggi mengubur dalam. Artinya, orang yang senantiasa bertanggungjawab kepada keluarga dengan membawa nama baik keluarga atau orang tua. Dengan menjunjung derajat orang tua, si anak akan harum namanya.

* Kacang mangsa ninggal lanjaran: Kacang tak mungkin meninggalkan rambatannya. Maksudnya, watak dan tingkah laku anak biasanya mirip dengan tingkah laku orangtua.

* Kaya mimi lan mintuna: Seperti sepasang ikan mimi dan mintuna. Artinya, selalu rukun dengan landasan kasih sayang.

* Wong bodho dadi pangane wong pinter: Orang yang bodoh menjadi obyek rezeki orang pintar.

9 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://tersesat.blogsome.com/2005/06/14/pepatah-jawa/trackback/

  1. Hehe..let’s be the first and number one bro!
    Keep in fight..

    Comment by beton — June 16, 2005 @ 4:48 pm

  2. quote
    Wong bodho dadi pangane wong pinter: Orang yang bodoh menjadi obyek rezeki orang pintar.
    unquote..

    Kayaknya, ane kagak setuju ama yang satu ini..
    ini lho bukti analisanya…:)

    Orang bodoh VS orang pintar

    1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
    2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
    3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
    4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.
    5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
    6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
    7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.
    8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar “meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.
    9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
    10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
    11. Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Liem Siu Liong (BCA group) adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya.
    Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

    PERTANYAAN:
    1. Mending jadi orang pinter atau orang bodoh?
    2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh?
    3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh?
    4. Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh?

    KESIMPULAN:
    1. Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
    2. Jadilah Orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
    3. Kata kunci nya adalah “resiko” dan “berusaha”, karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak
    akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh

    Comment by cypiber — August 8, 2005 @ 10:23 am

  3. kepada yth sdr Cypiber :
    Pepatah jawa itu didasarkan atas pengalaman hidup dikalangan jawa selama berabad2, pepatah2 itu tidak asal buat, dan mengandung arti yang amat dalam, jadi cukup sukar untuk dipahami oleh orang biasa (tidak waskito/bijaksana)…tafsiran atas wong bodo panganane wong pinter tsb…menurut saya memang kurang tepat, karena pepatah jawa sulit diterjemahkan dalam bahasa lain (mis:indonesia) krn bhs indonesia tidak baku..sedangkan bahasa jawa sangat baku (apapun keadaan dan sifat dari segala sesuatu ada kata dan maknanya yg mewakilinya)..tafsiran yg tepat untuk wong bodo panganne wong pinter ialah bahwa bodoh dan pinter disini dimaksudkan bodoh dan pinter batinnya/hatinya..bukan hanya…sekali lagi bukan hanya pikirannya….hal ini mengacu pada titik kesadaran setiap orang yg berbeda-beda. hendaknya setiap orang tidak bodoh batinnya yg berefek pada bodoh pikiran, ucapan dan perbuatannya…tetapi hendaknya pula setiap orang “mengusahakan” dirinya sekuat mungkin dan penuh semangat untuk meraih ke’pintar’an batinnya…sehingga ia tidak dapat digilas oleh kebodohan batinnya sendiri, mungkin uraian saya ini singkat adannya, kiranya menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua.

    Comment by raden ronggowarsito — August 23, 2007 @ 10:28 am

  4. Kepada YTH Sdr cypiber
    kepintaran seseorang tidak bisa dilihat dari sisi gelarnya saja,sarjana..,master..,Doktor..profesor sekalipun itu hanyalah formalitas saja,mereka dituntut untuk melewati prosedur yang ada dalam sistem akademi saja.
    saya ambil contoh adalah seorang andre wongso dia adalah seorang yang sukses dalam kehidupanya, dia tidak lulus SD tetapi pemikiranya sebanding dengan seorang profesor bahkan dia dikukuhkan sebagai “the best motivator” dia hanya belajar dari buku, apakah anda menilai seorang andre wongso itu orang bodoh…?!,untuk tau lebih banyak tentang beliau anda dapat melihat di:www.andriewongso.com

    mungkin ini juga bisa menjadi pertimbangan anda

    terimakasih

    Comment by Bambang Sutejo — January 5, 2008 @ 9:41 am

  5. ada yang lain?

    Comment by Danang — August 13, 2008 @ 3:58 am

  6. cypiber ternyata kau pintar sekali

    Comment by mbah kung — May 4, 2009 @ 2:44 am

  7. orang bodoh (gak sekolah, gak bergelar) kalau jadi pengusaha yang sukses tentu saja adalah orang pintar..
    Dia mampu.

    Comment by Ajheex — June 28, 2009 @ 12:34 pm

  8. mz minta ijin tulisannya aku posting di renungan yach..terima kasih sblmnya…

    Comment by RAFY — July 3, 2009 @ 4:26 am

  9. uapik tenan

    Comment by alfi — September 8, 2009 @ 11:39 am

RSS feed for comments on this post.

Ninggalin Pesen

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>